pptq al- furqon putri bertauhid sholihah hafidzoh

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, kita meminta pertolongan kepada-Nya, kita meminta ampunan kepada-Nya dan bertaubat kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejelekan diri kita dan dari keburukan amal-amal kita.

Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau, keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh pengikut mereka yang setia hingga akhir masa. Amma ba’du.

Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan : 

المبادرة عبدالله !! المبادرة ! فإن ما هي الأنفاس. لو قد حبست انقطعت عنكم أعمالكم التي تقربون بهاإلى الله عزوجل. رحم الله امرأ نظرلنفسه وبكى على ذنوبه ثم يقرأ هذه الآية :”[ إنمانعد لهم عدا]” ثم يبكي ويقول : آخر العدد خروج نفسك آخر العدد فراق أهلك آخر العدد دخولك في قبرك

“Segeralah beramal wahai hamba Allah. Segeralah beramal!. Kehidupan ini hanyalah beberapa tarikan napas. Seandainya itu tertahan, akan terputus amalan dari kalian, yang dengan amalan itu kalian mendekatkan diri kepada Allah. Semoga Allah merahmati seorang hamba yang melihat dirinya, ia pun menangis karena dosa-dosanya”.

Kemudian beliau membaca ayat :

اِنَّمَا نَـعُدُّ لَهُمْ عَدًّا   

“Sesungguhnya kami menghitung (datangnya hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti” (Qs. Maryam 84)

Lalu beliau pun menangis. Beliau pun mengatakan :
“Perhitungan terakhir adalah keluarnya jiwamu, perhitungan terakhir adalah perpisahan dengan keluargamu,perhitungan terakhir adalah engkau masuk kuburan.”

Maka hendak nya seorang hamba selalu bersegera dalam beramal salih, meninggalkan segala yang allah larang. selama kita masih diberi nikmat sehat dan nikmat hidup maka hendaknya selalu bersemangat melakukan yang terbaik dalam mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah ta’ala. Berbagai amal shalih yang ringan atau bahkan yang berat sekalipun akan diperjuangkannya. serta senantiasa mengingat sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah darinya seluruh amalnya, kecuali tiga hal: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang mendokan kebaikan untuknya” (HR. Muslim).

Faedah dari hadits di atas:

Pertama: Jika manusia itu mati, amalannya terputus. Dari sini menunjukkan bahwa seorang muslim hendaklah memperbanyak amalan sholeh sebelum ia meninggal dunia.

Kedua: Allah menjadikan hamba sebab sehingga setelah meninggal dunia sekali pun ia masih bisa mendapat pahala, inilah karunia Allah.

Ketiga: Amalan yang masih terus mengalir pahalanya walaupun setelah meninggal dunia, di antaranya:

a. Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah.

b. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.

c. Anak yang sholeh karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu ortunya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia.

Keempat: Di antara kebaikan lainnya yang bermanfaat untuk mayit muslim setelah ia meninggal dunia yang diberikan orang yang masih hidup adalah do’a kebaikan yang tulus kepada si mayit tersebut. Do’a tersebut mencakup do’a rahmat, ampunan, meraih surga, selamat dari siksa neraka dan berbagai do’a kebaikan lainnya.

Kelima: Sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “atau anak sholeh yang mendo’akannya”, tidaklah dipahami bahwa do’a yang manfaat hanya dari anak saja. Bahkan do’a kebaikan orang lain untuk si mayit tersebut tetap bermanfaat insya Allah. Oleh karena itu, kaum muslimin disyari’atkan melakukan shalat jenazah terhadap mayit lalu mendo’akan mayit tersebut walaupun mayit itu bukan ayahnya.

Keenam: Dalam hadits terdapat isyarat adanya keutamaan menikah, juga terdapat dorongan untuk menikah dan memperbanyak keturunan supaya mendapatkan keturunan sholeh (sehingga bermanfaat nantinya ketika kita telah meninggal dunia, pen).

demikian semoga sajian singkat ini dapat bermanfaat. baarakallahu fiikum

SUMBER :

https://rumaysho.com/1663-terputusnya-amalan-kecuali-tiga-perkara.html

https://shahihfiqih.com/fatwa/hidup-sekedar-tarikan-nafas/


2 Komentar

Danella · 22/01/2022 pada 12:17 AM

maasyaAllah..Tabarakallah semoga Allah selalu memudahkan kita semua untuk selalu beramal salih dan menjauhi larangan larangan Nya semoga kita semua mendapat khusnul khotimah

    AL FURQON MEDIA · 22/01/2022 pada 1:35 AM

    Aamiiin

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.